Diposkan pada Jurnal

Keringat di Telapak Tangan

Halo mas/jeng…
Kali ini saya ingin bercerita tentang kesehatan (lagi!). Berhubung saya baru sadar kalau saya punya banyak penyakit, maka akhir-akhir ini saya banyak meluangkan waktu untuk menjaga kesehatan, termasuk salah satunya melaksanakan terapi supaya segera sembuh.

Adakah yang punya masalah telapak tangan berkeringat? Pasti banyak ya. Sebagian besar orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan gejala penyakit jantung. Memang benar! Eits tapi jangan takut dulu sebelum membaca habis semua tulisan ini.

Saya termasuk salah seorang yang punya masalah telapak tangan sering berkeringat, baik sedang beraktivitas (pegang barang, ngetik keyboard, dan menulis misalnya) maupun tidak. Sudah tiga minggu terakhir ini (setiap hari Sabtu) saya pergi ke seorang dokter yang memberikan terapi berupa totok menggunakan pulpen. Dokter ini berdomisili di BSD. Kalau nggak dekat rumah sih saya nggak akan datang. Saya datang ke dokter ini sebenarnya bukan untuk terapi ngurangin keringat tangan, tapi memang ada penyakit lain yang perlu diobati.

Dokter Rani namanya. Ia seorang lulusan FK UNPAD dan spesialis (lupa), dan karena bisa dibilang sudah cukup berumur maka beliau memutuskan untuk membuka praktek yang lebih mudah dilakukan dan waktunya tidak semena-mena (layaknya dokter yang siap siaga 24 jam).

Mekanisme kerja yang ia lakukan adalah menotok titik-titik pada tubuh yang bertujuan untuk melancarkan aliran darah.

Saya datang dengan keluhan blablabla. Kemudian, selesai ditotok terus ibu saya yang waktu itu menemani nyerocos, ‘ini Bu. Dia suka keringetan tangan juga’. Tiba-tiba ujung jari kelingking kiri saya ditotok selama setengah menit ada kali dan itu sangattt sakit. Kalau sakit, berarti memang ada masalah.

Ia bilang, keringat di telapak tangan disebabkan oleh aliran darah dari/ke jantung tidak lancar karena terdapat pembuluh darah yang kejepit, penyebab utamanya mungkin sering jatuh (iya saya sering jatuh pas kecil). Totok di jari-jari ini berfungsi untuk membuat aliran darah menuju jantung menjadi deras sehingga pembuluh darah yang terjepit bisa perlahan-lahan kembali dalam posisi normal (cmiiw).

Selama pengobatan 3 minggu berturut-turut, alhamdulillah keringat di telapak tangan saya berkurang intensitasnya sedikit-demi sedikit. Yeayyy!!! Walaupun masih sering muncul juga sih. Dokter ini bilang, di dunia medis sebenarnya sulit dan ribet sekali (bahkan cenderung mustahil) mengurangi keringat di telapak tangan hanya dengan bermodalkan obat-obatan yang diminum. Katanya sih bahkan kalau mau, harus rontgen otak untuk diidentifikasi bagian mana yang memiliki masalah terhadap respon berkeringat, barulah dioperasi. Entahlaaah, bisa jadi lebay juga ah :p.

Kian minggu pasien dokter ini terus bertambah dan keluhannya semakin beragam. Kebanyakan sih orang-orang yang sudah berumur dan mengeluhkan stroke, osteoporosis, dll. Bahkan ada yang memiliki gejala Parkinson memutuskan untuk mulai terapi totok dengan beliau.

Kiranya segitu saja sedikit informasi yang ingin saya berikan. Jadi, bagi para penderita penyakit sejenis jangan langsung cemas mendengar kata “SAKIT JANTUNG?! Aaaa”. Kita harus bersikap lebih bijak dan positive thinking dengan menggali lebih dalam mengenai informasi tersebut.

Happy long live and prosper!

Iklan
Diposkan pada Jurnal

Long Live and Prosper, Prematurian

KOMPAS.com – Sebuah riset terbaru menunjukkan keterkaitan antara kelahiran prematur dengan resiko menderita penyakit jantung. 
Dalam studi kecil tersebut, peneliti melibatkan sebanyak 48 relawan berusia 18-27 tahun. Peneliti menemukan bahwa mereka yang lahir pada usia kehamilan 33 minggu atau kurang, cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan lebih banyak jaringan lemak, walaupun memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang normal. Bahkan, mereka juga diketahui mempunyai lebih banyak lemak dalam otot dan hati.
Karakter tersebut menurut peneliti terkait dengan penyakit jantung dan peredaran darah, serta diabetes tipe 2. Perbedaan lemak di sekitar perut juga lebih sering ditemukan pada pria.
Terkait temuan tersebut, para ilmuwan mengimbau agar setiap bayi yang lahir secara prematur terus dimonitor kesehatannya saat menginjak usia dewasa dengan meningkatkan deteksi dini terkait tanda-tanda awal perkembangan penyakit.
“Ini hanya sebuah penelitian kecil, tetapi ada perbedaan-perbedaan yang cukup mencolok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kita perlu untuk memantau kesehatan bayi prematur ketika melampaui masa bayi dan kanak-kanak,” kata Profesor Neena Modi dari Departemen of Medicine at Imperial College London, yang juga merupakan peneliti utama dalam riset tersebut.
Menurut Modi, pria dan wanita yang terlahir prematur sama-sama berada pada risiko yang lebih besar terkena penyakit jantung dan metabolisme. Tetapi risiko tersebut bisa dicegah dengan tetap menerapkan pola hidup sehat dan mengintervensi gaya hidup yang buruk.

Sumber: Kompas.com

Barusan saya baca artikel ini dan respon pertama yang keluar dari mulut saya adalah, “Oh pantes…”

Lahir prematur (7 bulan) mengharuskan saya untuk diinkubasi setelah kelahiran. Kulit kuning-kuning, berat badan hanya sekitar 2 kg kurang, dan ukuran tubuh keciiil sekali, kata si mama. Tapi karena diberi ASI sampai umur 3 tahun (hehehe :p), mungkin karena itu kekebalan tubuh saya meningkat dan mampu tumbuh normal seperti anak-anak seusia.

Barulah memasuki umur 20 tahun ini, rasanya saya punya penyakit lebih banyak ketimbang 2 saudara laki-laki saya yang lain. Yang paling utama ialah telapak tangan dan kaki saya suka keringetan, padahal di keluarga nggak ada sih yang tangan dan kakinya suka keringetan. Katanya ini ada masalah dengan pembuluh darah di sekitar jantung. Ya bingung aja sih, soalnya tiap SD-SMP-SMA setiap ada tes fisik, saya pasti masuk kategori baik.
Kemudian, minggu lalu ketika saya pergi ke dokter, saya sempat diukur tensi dan ternyata hasilnya menunjukkan angka yang tidak biasa. 130/70. Padahal biasanya tensi saya 100/70 atau 110/70. Untunglah masih segitu, karena kalau sudah masuk angka 130/80 maka saya dinyatakan mengidap pre-hipertensi. Dalam hati saya sugestikan bahwa kenaikan tekanan darah ini karena sedang takut saja. Toh di keluarga saya yang punya pola makan paling sehat: suka makan sayur & mulai mengurangi konsumsi nasi putih.

Setelah baca artikel barusan saya jadi bisa memaklumi sedikiiit (tersugesti untuk percaya isi artikel tersebut karena kurang lebih mirip sama yang saya alami). Belum lagi masalah hormonal yang kacau, kata dokter. Yaa intinya mah kayaknya ada banyak penyakit di dalam tubuh nih hahaha.

Namun, intinya yang paling penting sebenarnya bukan masalah kelahiran prematur atau tidak, melainkan pola hidup sehat. Untuk yang lahir prematur mungkin tingkat awareness nya harus +1 ya dibandingkan dengan yang tidak prematur, karena memang lebih rentan terserang penyakit-penyakit dalam (organ dan hormonal). Hal ini disebabkan oleh belum sempurnanya organ-organ tubuh terbentuk selama masa kehamilan sang ibu.

Menurut saya, dua tips berikut ini merupakan yang paling penting untuk dilakukan (walaupun yang nulis juga nggak ngelakuin2 banget sih :p)

1. Olahraga
Olahraga berfungsi untuk mengencerkan darah. Tubuh jarang bergerak sangat berpotensi mengalami penggumpalan darah. Akibatnya? Tersekat dalam pembuluh dan tidak mampu mengalirkan darah menuju organ-organ tubuh manusia.

2. Diet Golongan Darah
Diet dalam arti di sini bukanlah diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan (paradigma yang salah), tetapi untuk mencapai hidup sehat. Golongan darah masing-masing memiliki kerentanan terhadap makanan yang berbeda-beda. Kalau umumnya orang bilang sayur dan buah-buahan baik untuk kesehatan, ternyata tidak begitu di beberapa golongan darah tertentu. Terdapat beberapa jenis sayur dan buah yang tidak cocok dikonsumsi oleh masing-masing golongan darah, dengan alasan tertentu juga pastinya .
Gimana sih maksudnya? Misal, saya yang bergolongan darah A ini sebaiknya mengonsumsi buah-buahan yang dapat mengurangi lendir dalam sistem tubuh dan menghindari penggumpalan darah seperti jambu biji dan nanas. Serta sebaiknya menghindari konsumsi melon, pisang, dan mangga.
Silahkan cari sendiri diet golongan darah masing-masing.

Yang perlu diingat sekali lagi ialah kerentanan apapun terhadap penyakit, baik itu karena kelahiran prematur, genetik, maupun yang merasa aman karena keluarganya tidak pernah memiliki riwayat penyakit tertentu, semua diawali dari gaya hidup yang sehat dan seimbang. Serta positive thinking. Otak sebagai pusat kehidupan dalam tubuh, mampu menstimulus perintah (yang tak kita sadari) terhadap kinerja pembuluh darah, organ-organ, dan hormonal. Semakin kita ber-positive thinking, so pasti semakin semangat tubuh kita bekerja.

Aren’t we wanting for long live and prosper?

Diposkan pada Jurnal

Detoksifikasi Hati di Malam Hari

Tulisan ini merupakan saduran dari berbagai sumber yang saya tidak tahu referensi sebenarnya darimana. Berhubung sudah banyak yang posting tulisan ini di berbagai blog, saya juga nggak mau kalah hehehe. FYI aja, untuk kesehatan.

Hati memiliki dua fungsi yakni sebagai pengatur metabolisme dan juga sebagai organ detoksifikasi. Hati bertugas menyaring bahan – bahan racun yang masuk kedalam tubuh melalui makanan atau lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh tubuh, menyimpannya, atau membuangnya untuk mencegah keracunan. Hati bertugas menghandle alkohol, obat-obatan, racun, dan kafein yang masuk kedalam tubuh dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa dibuang oleh tubuh.

Penyebab Utama Kerusakan Hati

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
  2. Tidak buang air di pagi hari.
  3. Pola makan yang berlebihan.
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  6. Mengonsumsi makanan mentah atau sangat matang akan menambah beban kerja hati.
  7. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, dan pemanis buatan.
  8. Minyak goreng yang tidak sehat.

Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Mekanisme Detoksifikasi

  • Malam hari pukul 21.00-23.00 : Pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
  • Malam hari pukul 23.00 – 01.00 : Proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pukul 01.00 – 03.00 : Proses de-toxin di bagian empedu, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pukul 03.00 – 05.00 : Proses de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi pukul 05.00 – 07.00 : Proses de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
  • Pagi pukul 07.00 – 09.00 : Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30. Makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 09.00 – 10.00 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.

Diposkan pada Jurnal

Breast Cancer? Aiiih…

Hai!

Tadi siang saya ikut lunch n break chat di kantor pada jam istirahat karena bahasannya mengenai kanker payudara. Karena topiknya dekat sekali dengan perempuan, akhirnya saya 200% mewajibkan diri untuk ikut hahaha. Btw, kanker payudara juga bisa menyerang laki-laki lho.

Pembicaranya adalah seorang dokter, ahli kanker payudara yang sekarang bertugas di salah satu RS di Jakarta. Selesai talkshow, saya merasa punya kewajiban untuk turut menyebarkan informasi demi meningkatkan awareness terhadap permasalahan kesehatan perempuan.

Oh iya, karena akan ada istilah-istilah vulgar yang harus disebutkan maka saya mohon maaf di atas tulisan ini supaya ntar-ntar nggak perlu minta maaf lagi :p

Okey, check it out!

Kanker payudara merupakan kanker yang menyerang daerah payudara perempuan, baik itu di sekeliling maupun di bawah puting. Yang namanya kanker tuh terdiri atas 4 tingkat: stadium 1, 2, 3, dan 4. Stadium 1 dan 2 merupakan stadium yang apabila terdeteksi, maka penderita masih dapat disembuhkan. Sedangkan stadium 3 dan 4 merupakan stadium lanjut, apabila penderita baru terdeteksi pada stadium ini, maka penanganan yang dilakukan hanya bersifat mengurangi rasa sakit dan sangat minim dapat menyembuhkan kanker tersebut.

Di Indonesia, sebagian besar penderita kanker payudara baru terdeteksi pada stadium 3 dan 4. Why? Karena penderita malas atau terlalu takut untuk pergi ke dokter meskipun sudah jelas-jelas di payudaranya ada yang tidak beres.

Gejala Ketidakberesan di Sekitar Payudara Seperti Apa Ya?

Kanker payudara terdiri atas 20 jenis lebih. Ada kanker yang terlihat, ada pula yang tidak. Untuk kanker yang terlihat (ditandai dengan benjolan di sekitar payudara, putting bernanah, atau ketiak membengkak), tentu saja mas/jeng bisa langsung pergi ke dokter untuk melakukan pengobatan. Namun, ada pula jenis kanker yang tidak menimbulkan benjolan. Hanya rasa nyeri yang sangat. Di sinilah umumnya kejadian di mana penderita ogah-ogahan memeriksakan ke dokter sehingga tiba-tiba beberapa minggu kemudian payudaranya menjadi bengkak dan dinyatakan telah masuk stadium 3 atau 4.

Apa Penyebab Kanker Payudara?

Aktifnya sel kanker disebabkan oleh (terutama) faktor genetik. Selain itu, disebabkan juga oleh pengaruh makanan, gaya hidup, dan terpapar radiasi dalam jangka waktu lama.

Sel kanker yang menyebar menyebabkan tumor.

Tumor itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Perbedaan tumor jinak dan ganas adalah kecepatan menyebarnya. Yang namanya ganas pastinya lebih agresif dong. Terus, gimana caranya mengetahui bahwa tumor itu jinak ataupun ganas? Biopsi, jawabannya (silahkan googling).

Lalu, kenapa tumor bisa muncul?

Tumor pada perempuan umumnya disebabkan oleh adanya kista (liquid). Kista ini sendiri terbagi menjadi 3 tingkat : simple, complex, and complicated. Bagi penderita kista simple, tidak perlu melakukan perawatan apa-apa (tapi perlu diingat bahwa kalau asupan makanan tidak dijaga, suatu saat kista simple bisa saja naik tingkat menjadi complex / complicated). Untuk penderita kista complex / complicated, diharuskan menjalani perawatan agar nantinya tidak berpotensi menjadi kanker.

Pengalaman Mengangkat Kanker Seberat 16 Kg …

Satu hal yang paling mengerikan selama talkshow ialah pengalaman sang pembicara mengangkat kanker payudara seorang wanita berumur sekitar 50-an tahun, yang menjabat suatu posisi di perusahaan swasta, …seberat 16 kg. God!!! Wanita tersebut sebenarnya sudah tahu bahwa ia mengidap kanker payudara sejak 2 tahun lalu. Namun, karena segan pergi ke dokter maka ia menghabiskan waktu 2 tahun untuk menjalani pengobatan alternatif. Sayangnya, kankernya tak kunjung membaik sehingga pada suatu tengah malam, ia mengalami pendarahan dan barulah mendatangi sang dokter meminta pengobatan. Tentu saja sang dokter langsung merekomendasikan untuk operasi pengangkatan payudara dan ternyata beratnya 16 kg ckckck.

Kesimpulan dari kejadian ini ialah bukan hanya menyangkut lemahnya finansial yang menjadi penyebab kanker payudara baru terdeteksi pada stadium lanjut. Namun, awareness yang minim bahkan dari well educated people sekalipun.

Bagaimana Mengetahui Bahwa Seseorang Mengidap Kanker Payudara?

Langkah pertama tentunya dengan meraba apakah terdapat benjolan di sekitar payudara. Jika ya (benjolan sepanjang 0.5 cm sekalipun berpotensi sebagai kanker), maka datanglah ke dokter untuk berkonsultasi. Atau cara cepatnya ialah melakukan mamografi.

Perlu diingat bahwa mammografi hanya boleh dilakukan untuk manusia berumur 40 tahun ke atas. Bagi yang berumur di bawah 40 tahun, dapat melakukan USG. Perbedaan usia ini akan berpengaruh terhadap keakuratan hasil mamografi.

Waktu Yang Tepat Melakukan Mamografi?

Waktu yang paling tepat ialah 1 minggu setelah menstruasi selesai karena di saat itu hormon estrogen pada wanita mulai menurun. Dalam prosesnya, mammografi akan menimbulkan nyeri sehingga apabila hormon estrogen sedang banyak, pasien akan merasakan sakit yang berlebih.

Setelah mamografi, apabila pasien dinyatakan mengidap kanker maka harus dilakukan Biopsi untuk menentukan apakah kanker tersebut bersifat jinak atau ganas.  Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan waktu dan jenis pengobatan.

Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Yang pasti meningkatkan awareness terhadap diri sendiri, keluarga, teman-teman, dan masyarakat luas demi mencegah semakin banyaknya korban kanker payudara stadium 3 dan 4 yang meninggal karena ketidaktahuan akan bahaya menunda pengobatan penyakit ini.

Semoga kita bisa lebih menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri yaa

Diposkan pada Jurnal

Mengapa Perempuan Sebaiknya Melakukan Vaksin Serviks?

Kanker serviks (leher rahim) merupakan salah satu penyakit paling ganas bagi perempuan di dunia karena peringkat teratas kematian oleh kanker, disebabkan oleh jenis ini. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang mulut rahim. Selain itu, dapat disebabkan oleh paparan radiasi/bahan kimia dalam jangka waktu lama.

Penyakit ini banyak menimbulkan kasus kematian karena gejalanya tidak terdeteksi hingga masuk stadium lanjut.  Terutama diidap oleh perempuan yang telah aktif melakukan hubungan seksual (baca: yang sudah menikah atau yang sering free sex).

Pencegahan yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti.
  • Rajin melakukan pap smear test setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual.
  • Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.
  • Memelihara kesehatan tubuh. Kondisi tubuh yang lemah tentunya memiliki pertahanan yang lemah pula terhadap virus.

Pada tahun 2006, telah ditemukan sebuah vaksin yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks bagi perempuan. Penekanannya adalah, vaksin ini hanya dapat efektif jika diberikan kepada perempuan yang belum aktif melakukan hubungan seksual. Yaa mungkin umur terbaik pemberian vaksin sekitar 15 – 27 tahun. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dalam rentang waktu masing-masing 2 bulan, jaraknya tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat.

.

Kebetulan tahun lalu ketika saya sedang berobat ke dokter, saya direkomendasikan untuk melakukan vaksin ini di dokter kandungan. Dan kebetulannya lagi, pada bulan Desember 2012 lalu, RS Siloam sedang mengadakan promo vaksin serviks. Harga standar 3 juta turun menjadi 2 juta.

Tapi tetap mahal yaaa hehehe

Sang dokter mengatakan bahwa di beberapa negara, vaksin ini bersifat wajib bahkan dibiayai oleh negara. Hal ini menunjukkan betapa pedulinya negara tersebut terhadap kesehatan perempuan ya.

Gimana dengan efek samping?

Dokter saya mengatakan bahwa selama ini tidak pernah ada efek samping yang ditimbulkan kecuali demam atau gatal karena kulit yang sensitif terhadap suntikan (bukan karena vaksin itu sendiri).

Nah, jadi sekarang tergantung pilihan jeng-jeng, mau melakukan pencegahan atau was-was akan menyesal di kemudian hari? Saran saya bagi jeng-jeng yang mampu secara finansial, sebaiknya melakukan vaksin ini ketimbang (siapatahu, tapi semoga tidak) menyesal ketika sudah berumur.

Diposkan pada Jurnal

Kondisi Alpha-Tetha

Di awal hari, saya kerap mendapatkan surel mengenai motivasi diri dari seseorang yang menurut saya cukup bagus dan informatif. Sebenarnya saya tidak pernah ingat telah berlangganan surel-surel motivasi sejenis, tiba-tiba saja surel-surel ini masuk dalam inbox email saya, setiap hari. Untuk pagi ini, beginilah isi surel tersebut.

Selamat pagi,
masih bersama saya
XXX

Kemarin saya sudah mengulas mengenai Otak yang di bagi 3 menurut Kecenderunganya, yaitu :
Otak reptil, Otak, Mamalia dan Otak manusia.
Otak manusia sendiri dibagi menjadi 3 bagian :
1.Otak kanan (seni, kinerja, dan memiliki banyak teman-teman)
2.Otak Tengah (pengendalian )
3.Otak kiri (matematika, fisika, atau logika Lainnya)

Dalam kajian psikologi kognisi , kita mengenal bahwa gelombang otak terdiri dari 4 gelombang bagian.
1. Gelombang Deltha: 0,1 – 4 Hz
2. Gelombang Tetha: 4 – 8 Hz
3. Gelombang Alpha: 8 – 12 Hz
4. Gelombang Betha: 12 – 25 Hz
5. Gelombang Gamma: >25 Hz

Dalam kondisi tidur atau tidak sadar, otak ini mengeluarkan gelombang Deltha.
Gelombang Alpha memiliki peran menghubungkan alam sadar dengan alam bawah sadar.
Gelombang Alpha juga menunjukkan manusia dalam kondisi hipnosis, sugesti ringan atau trance.
Gelombang Alpha-Tetha merupakan titik insting sugestif. Disaat-saat kondisi seperti inilah manusia mudah tersugesti.

Di bab-bab terdahulu saya sering menyuruh untuk berafirmasi. Afirmasi ini dilakukan dalam keadaan tenang atau Alpha. Bawalah diri anda ke kondisi Alpha tetha dalam jangka waktu yang relatif lama. Afirmasikanlah impian anda dengan kondisi tersebut maka alam bawah sadar akan cepat merespon dan cepat pula mewujudkannya.

Kondisi yang bisa membawa anda ke kondisi gelombang Alpha, di antaranya : bermeditasi, berdoa dengan khusyuk, terpana melihat sesuatu, terhanyut membaca novel atau suatu cerita, melamun, dan semacamnya.

Selain itu secara alami anda juga akan memasuki kondisi Alpha dan Theta setiap akan tidur dan bangun tidur.

Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar. Maka dari itu, sangat saya sarankan untuk melakukan afirmasi dalam kondisi Alpha – Tetha ini.

Semoga bermanfaat. Selamat beraktivitas.

Diposkan pada Jurnal

Tips dan Trik Operasi Gigi Impaksi

Kemarin saya baru saja melaksanakan operasi gigi impaksi untuk kedua kalinya, terhadap 2 buah gigi geraham belakang (kanan atas & kanan bawah). Kedokteran mengistilahkan kelainan tersebut sebagai IMPAKSI. Pengalaman operasi gigi saya yang menakutkan untuk pertama kali bisa mas/jeng baca di tulisan (Katanya Sadar, Tapi Gak Gaul). Pada operasi kali ini, gigi bawah saya miring 90° kemudian mendorong-dorong gigi di hadapannya sehingga kerap menyebabkan pusing kepala. Sedangkan gigi atas tumbuh mengarah ke tulang pipi sehingga menimbulkan ngilu pada pipi.

sejenis ini gigi geraham belakang kanan atas & bawah saya
sejenis ini geraham kanan atas & bawah saya

Operasi kemarin berjalan dengan sangat lancar karena saya sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Pertama, karena ketakutan terhadap jarum suntik sudah bisa ditepis. Ceritanya, saya itu sangat takut dengan yang namanya jarum suntik. Pada pengalaman pertama operasi, butuh waktu minimal setengah jam untuk dokter membujuk-rayu saya bahwa suntik bius itu TIDAK SAKIT sehingga waktu operasi molor hingga 2 jam. Sedangkan pada operasi kemarin, waktu yang diperlukan untuk meyakinkan saya untuk mau disuntik bius adalah nol detik hehehe. Cups banget deh.

Saya tau menunda disuntik ataupun tidak ya ujung-ujungnya pasti disuntik juga. Walhasil, saya dengan penuh kekuatan berusaha menepis rasa takut tersebut. Kedengerannya sih lebay tapi mau gimana lagi, ini semacam orang yang punya phobia terhadap sesuatu. Gak ada orang lain yang ngerti rasa takutnya.

Nah, faktor pertama adalah saya sudah jadi anak pemberani. Faktor kedua adalah dokternya lebih jago. Oleh karenanya, waktu operasi lebih cepat. Cuma 1,5 jam untuk 2 gigi! Mungkin karena dokter bedah yang sekarang itu laki-laki, jadi… kekuatan untuk menarik akar gigi lebih kuat dibanding dokter yang lalu, seorang perempuan.

Dan setelahnya saya merasa lebih plong. Pertama, karena masalah gigi saya sudah teratasi meskipun masih ada 1 geraham belakang lagi yang harus dioperasi nanti. Kedua, karena saya sudah dewasa!!! Yeah!!! Boleh dong ya seneng sedikit hihihi

Sekarang saya mau ngasih tips-tips bagi mas/jeng yang mau operasi gigi impaksi juga.

PRA OPERASI

1. Konsultasi terlebih dahulu ke Dokter Gigi

Biasanya orang sering mengeluh sakit gigi tapi hanya mengandalkan obat penghilang sakit tertentu untuk meredamnya. Daripada diredam secara kuratif, lebih baik datang ke dokter gigi untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya.

Konsultasi membantu mas/jeng memahami permasalahan gigi sehingga tahu langkah yang harus dilakukan selanjutnya. Siapa tahu ternyata gigi mas/jeng tidak tumbuh keluar gusi, tetapi tumbuh dalam gusi dan mendorong gigi lainnya sehingga kerap muncul rasa sakit kepala luar biasa yang hanya dianggap sebagai PUSING atau DEMAM biasa. No. Sebaiknya coba datang juga ke dokter gigi untuk memastikan apakah pusing itu benar-benar disebabkan oleh tumbuhnya geraham belakang atau sakit kepala biasa. Supaya tidak mubazir, datanglah ke dokter gigi sekalian untuk MEMBERSIHKAN KARANG GIGI.

2. Rontgen, siapkan uang lebih

Pada saat saya konsultasi ke dokter gigi dan ternyata harus melakukan operasi, saya langsung disuruh untuk rontgen. Jangan lupa minta SURAT PENGANTAR UNTUK RONTGEN dari dokter gigi. Rontgen dilaksanakan di bagian RADIOLOGI. Pada rumah sakit tertentu, hasil rontgen dapat diambil sekitar 10 menit setelah foto rontgen.

Waktu itu saya rontgen di RS Eka Hospital, BSD Tangerang Selatan dengan biaya Rp 200.000. Hasilnya sudah dapat diambil sekitar 7 menit setelah foto rontgen.

3. Lakukan di Dokter Bedah Mulut, bukan Dokter Gigi

Pengangkatan gigi impaksi tidak seperti gigi biasa lainnya karena cenderung harus merobek dan membuang gusi sehingga dokter bedah mulut lah yang tersertifikasi untuk melakukannya. Kecuali gigi impaksi mas/jeng dalam posisi normal (berdiri tegak dan tidak ada bagian apapun yang tertutup gusi), masih bisa dilakukan oleh dokter gigi.

4. Lebih baik ke Dokter Bedah Mulut laki-laki.

Kekuatannya untuk menarik akar gigi lebih kuat, sehingga waktu operasi dapat lebih cepat. Bayangkan mas/jeng harus buka mulut berjam-jam, pasti capek kan.

PASCA OPERASI

1. Konsumsi Vitamin C dan Kalsium

Contohnya adalah Redoxon, CDR, dll. Untuk kalsium pun dapat diperoleh dari susu. Kedua mineral ini amat membantu pertumbuhan gusi. Setelah operasi, gusimu bolong besar karena akar gigi memiliki panjang sekitar 1,5 – 2 kali lebih panjang dari gigi itu sendiri.

2. Perbanyak minum air putih

Karena konsumsi Vit.C dan kalsium berlebih, maka harus dinetralisir oleh air putih agar ion-ion vit.C dan kalsium tidak mengumpul di ginjal dan menyebabkan batu ginjal.

3. Jangan sering-sering berkumur ketika masih pendarahan

Pendarahan umumnya berlangsung hingga 3 pasca operasi. Selama masih pendarahan, jangan banyak berkumur karena itu hanya akan merangsang darah keluar terus menerus. Gigit saja KAPAS BERSIH untuk menghentikan pendarahan. Ganti tiap 1,5 jam sekali.

4. Pastikan mas/jeng tahu fungsi obat-obat yang diberikan

Obat pasca operasi yang diberikan biasanya terdiri atas:

–          Obat untuk menghentikan pendarahan, contohnya Dicynone Ethamsylate

–          Obat untuk peredam rasa sakit, contohnya Cataflam

–          Obat antibiotik, contohnya Lincocin

–          Cairan kumur-kumur, contohnya Betadine / Minosep

5. Minum obat maag sebelum makan

Obat peredam rasa sakit seperti Cataflam pasti menstimulus maag kambuh bagi siapapun yang mengidap penyakit tersebut. Jadi, makanlah obat maag setengah jam sebelum makan. Barulah konsumsi obat-obatan tersebut setengah jam sesudah makan.

6. Hindari banyak bergerak dan gerakan yang mengalirkan darah ke kepala

Supaya pendarahan cepat selesai, jangan banyak bergerak. Nikmatilah masa-masa ini untuk nonton TV, mendengarkan radio atau berleha-leha di kasur hehehe

7. Dilarang makan makanan yang keras dan panas/dingin

Dokter sih hanya menyarankan makan bubur atau sup supaya mulut tidak terlalu banyak mengunyah. Makanan panas dan dingin juga dilarang karena dapat menyebabkan ngilu pada gusi.

8. Bengkak pada pipi normalnya akan berlangsung selama 5-7 hari, maka bersabarlah terhadap penampilan.

9. Kurangi penggunaan sedotan

Seringkali orang yang habis operasi gigi menggunakan sedotan untuk makan/minum. Jangan seing-sering dilakukan jika gusi masih pendarahan, karena dengan menyedot cairan lewat sedotan, terdapat potensi menyedot darah pula dari gusi. Makan dan minum lah seperti biasa.

10. Kumur 4 jam sekali

Pada poin ke-3 saya menyebutkan jangan terlalu sering berkumur ketika masih pendarahan. Nah, biasanya siang hari pada 1 hari setelah operasi, pendarahan akan berkurang drastis sehingga kumur-kumur sudah diperbolehkan. Kumur-kumur ini tujuannya untuk membunuh kuman dan bakteri dalam mulut karena pasca operasi pasti akan sulit bagi mas/jeng untuk gosok gigi dengan benar. Berkumur dengan obat kumur menjadi salah satu solusi untuk tetap menjaga kebersihan mulut.

Berkumurnya pun jangan heboh, bisa saja dengan menggoyang-goyangkan kepala.

11. Jangan manja

Karena badan menjadi lemas pasca operasi, tetap jangan manja ke orang-orang terdekatmu. That sucks. Masih bisa masak, ke kamar mandi, dan melakukan aktivitas-aktivitas sendiri lainnya kok.

Sekian tips n trik dari saya yang sudah pernah operasi gigi impaksi. Good luck & semoga cepat sembuh!

Oh iya, tambahan dari mas Azam yang memberi komentar untuk tulisan ini: Bagi yang sudah bekerja bisa menggunakan kartu Jamsostek. Biaya ditanggung Jamsostek, tinggal tambah biaya obat 5-10 ribu hehehe