Hijrah Seorang Hamba


edittt

Seorang hamba tidak beranggap duniawi bersifat sementara

Karena yang sementara adalah yang melenakan

Kasur ambisi menenggelamkan tubuh jadi lara

Tongkat impian menyeret pikiran jadi lupa

Catatan kesuksesan mencoret jiwa jadi bata

 

Kalau tiba satu waktu

Ketika bisikan nama Allah Taála merasuk bergetar ke dalam kalbu

Seperti sari terserap organ, teralirkan melalui pembuluh darah berhulu

 

Seorang hamba mau berseru

Aku jatuh, sangga-Mu tak pernah runtuh

Aku merintih, Kau selalu dengarkan peluh

Aku sebutir pasir, kuasa-Mu manifestasi alam semesta

Aku tidak mampu, Engkau Maha Perkasa

 

Kalau tiba satu waktu

Bisikan rintihnya menghembuskan nafas kekhilafan

Gema suaranya meluapkan seru taubat

Gemetar tangannya menengadah minta-minta ampunan

Ialah seorang hamba berharap hijrah

.

.

.

Groningen, 27 Mei 2017 21.15, menghadap jendela, menunggu berbuka

Sajak tentang alim dari bukan orang alim untuk meramaikan Ramadhan 1438 H

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s