Diposkan pada Jurnal

Welkome naar Leeuwarden!


Halo mas/jeng! Lama banget ya sejak tulisan terakhir saya posting di blog. Sekarang (niatnya sih…) mau rajin nulis lagi. Yap kali ini saya mau cerita tentang “rumah” baru saya. It’s official! Mulai tanggal 19 Agustus 2015 lalu, saya pindah ke sebuah kota bernama Leeuwarden untuk melanjutkan studi master di Belanda.

Di Mana Tuh Leeuwarden?

Hmm… pertanyaan di atas pastinya jadi default respon pertama kalau teman-teman nanya di mana saya bakal kuliah. Berbeda dengan Amsterdam, Den Haag, Leiden, Delft, Wageningen, Groningen, atau beberapa student city lainnya yang sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu, Leeuwarden memang kalah pamor sih hehehe. Alasannyaaa, karena memang kota ini bisa dibilang cukup kecil untuk menampung banyak perguruan tinggi. As far as I know, hanya ada 3 universitas ternama (Stenden University, Van Hall Institute, dan NHL University) serta 3 master program yang ‘numpang’ kuliah aja di sini, yaitu MSc Water Technology (joint degree antara WUR, RUG, dan Univ of Twente), MSc Energy & Environmental Management (Univ of Twente), dan MA Multilingualism (RUG).

Kalau mas/jeng lihat peta di bawah ini, Belanda punya 12 provinsi dan Leeuwarden adalah ibukota dari salah satu provinsi bernama Friesland. Provinsi ini merupakan provinsi paling utara (beda dikiiit aja sama Groningen). But I’ll explain later tentang isi kota ini ya.

Nederland Map

Peta Belanda

Source: http://www.startmaps.com/nederland-maps

Overview Sedikit Kenapa Mau ke Leeuwarden

Saya sudah diterima program MSc Water Technology sejak tahun lalu, tapi belum beruntung dapat sponsor a.k.a beasiswa karena teledor waktu seleksi hahaha. Oleh karena itu, saya coba apply beasiswa lagi dan alhamdulillah dapat LPDP.

Pertama kali lihat overview program MSc Water Technology di akhir tahun 2013, saya langsung tertarik dan nggak mau pindah ke lain hati (lebay). Walhasil, saya cuma apply program ini tanpa melirik program lain. Kenapa? Karena program ini punya kerja sama dengan Wetsus Academy, yakni pusat penelitian teknologi pengolahan air di Eropa. Selain itu, Wetsus Academy juga menjadi semacam “jembatan” antara produk riset dan applied researches among companies. Dengan embel-embel ini, saya jadi punya ekspektasi untuk bisa belajar lebih dalam tentang the business needs, entrepreneurship, dan applied researches dalam sekali jalan.

Nah, sebetulnya waktu apply saya benar-benar nggak tahu kalau program ini bakal berjalan di Leeuwarden. Saya kira bakal di Wageningen, udah ngebayangin bakal punya banyak teman. Untungnya ada 1 teman kuliah saya yang udah duluan berangkat dan ngasih tahu kalau program ini dilaksanakan di Leeuwarden. Walhasil cari kabar lah saya tentang Leeuwarden dan langsung hati ini mencelos (tsaaah) karena ternyata kota ini identik dengan ‘sepi’. Untunglah motivasi masih lebih besar, jadi saya tetap lanjut apply program ini untuk kedua kalinya. So, it’s actually not the Leeuwarden I was looking for ya :p

IMG20150825170448

Gedung Wetsus Academy

Source: Sausan A.M.

Sederhana, Rapi, dan… Sepi

Itulah 3 keywords yang terlintas di benak saya setelah membandingkan Leeuwarden dengan beberapa kota lain di Belanda. Sederhana karena less tall building development, bahkan bangunan tertinggi di sini cuma 115 meter lho. Rapi karena memang benar-benar rapi: nggak ada ilalang tumbuh sembarangan, tata letak bangunan oke, dll. Saya berani bilang rapi karena sudah membandingkan dengan Amsterdam, Den Haag, Delft, dan Wageningen hahaha. Kesan terakhir: Sepi. Sepiii banget, bahkan mas/jeng kalau main ke sini bisa dengar suara sepeda dikayuh dari jendela kamar kalau udah tengah malam. Selain sepi suasana, sepi teman-teman nggak lupa saya sebut juga ya 😦

IMG_20150822_180619

Salah Satu dari Sekian Banyak Kanal di Leeuwarden

Source: Sausan A.M.

Kultur di Friesland

Leeuwarden dinobatkan sebagai European Capital of Cultural City oleh European Union (EU) untuk periode tahun 2018. Kota ketiga di Belanda setelah Amsterdam dan Rotterdam yang pernah dapat kesempatan bergengsi ini. Saya nggak tahu juga sih kenapa kota ini yang dipilih.

Provinsi Friesland merupakan provinsi yang terakulturasi budaya Frisian. Mereka punya bahasa utama di samping Dutch, yakni Frisian, dan benar-benar memilih menjadi Frisian dibanding Dutch. Misal, kenalan dengan seseorang, maka saya tanya ‘Are you Dutch?’, bisa aja mereka jawab ‘No, I’m Frisian’. Yah begitulah…

Kalau terkait cultural event, provinsi Friesland ini punya acara serba “Eleven City Tour”, baik ice skating, canal tour, bus tour, dll. Yang paling terkenal adalah ice skating menyusuri sungai dan kanal yang membeku (>200 km lho, takes time kira-kira 30 jam), tapi sayang sekali event ice skating ini terakhir diadakan pada tahun 1997 karena setelahnya lapisan es sepanjang kanal kian menipis. Mungkin kena pengaruh climate change. Padahal pengen banget ngeliat event ini digelar. Konon saking dingin dan kepinginnya sampai di garis finish, peserta ice skating sampai nggak sadar kalau jempol mereka udah nggak ada -.-

Okelah kayaknya sekian dulu cerita tentang tempat tinggal baru saya. Next time pasti dilanjutin karena masih banyak cerita yang bisa di-publish tentang Leeuwarden, sebuah kota yang sepi tapi love-able 😀

Daaah mas/jeng! Bedankt en tot ziens

Iklan

3 tanggapan untuk “Welkome naar Leeuwarden!

  1. Wah, tulisannya sangat deskriptif, segar dan inspiratif! Hebat! Kutunggu tulisan berikutnya. Oh ya semoga sukses studinya dan berkarya utk bangsa, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s