Diposkan pada Film

Fish Story


Fish Story (2009) merupakan sebuah film drama Jepang yang diangkat dari kumpulan cerpen Kotaro Isaka berjudul sama. Film ini terdiri atas 5 cerita dengan setting tahun yang berbeda-beda dan berlangsung dengan alur campuran.

Fish StoryFilm diawali oleh cerita pertama dengan setting tahun 2012. Kala itu diberitakan akan terjadi kehancuran dunia akibat benturan komet ke bumi. Oleh karena itu, seluruh penduduk Jepang telah mengungsi ke Gunung Fuji. Di kota hanya tersisa Taniguchi dan dua orang (penjual dan pembeli) di toko kaset. Taniguchi memperingatkan kepada kedua orang di toko kaset tersebut bahwa dalam lima jam ke depan akan terjadi kehancuran dunia dan mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk mencegahnya.

Mengetahui bahwa kehancuran dunia akan terjadi sebentar lagi, maka dua laki-laki tersebut memilih untuk pasrah. Sang penjual kemudian mengeluarkan piringan hitam dengan album berjudul Fish Story dari band indie “Gekirin”. Sebuah album keluaran tahun 1975 yang kemudian tidak pernah dijual secara umum. Sembari menunggu kehancuran dunia, mereka mendengarkan lagu berjudul Fish Story.

Plot berlanjut kepada cerita ke-2 dengan setting pada tahun 1983. Di sebuah kafe, dikisahkan seorang driver bernama Masashi diramalkan akan menjadi seseorang yang berperan dalam menyelamatkan dunia. Sepulang dari kafe, pada malam itu ia mencegah sebuah pemerkosaan di pinggir jalan. Terdapat pula cerita dengan setting pada tahun 1999. Kala itu, sebuah kapal menuju Hokkaido tengah dibajak. Di tengah kepanikan para penumpang, Segawa, sang koki kapal, yang bercita-cita menjadi penegak keadilan sejak kecil berusaha memutar keadaan dengan memberantas para pembajak. Cerita terakhir merupakan latar belakang proses rekaman lagu “Fish Story” yang digubah oleh Shigeki, leader Gekirin.

Pada akhir film, akan diungkap mengenai korelasi antar cerita.

Film ini kental dengan khas watak aktor-aktor Jepang yang less ekspresif dan cukup kaku. Sepanjang film tidak ada cerita yang menonjol sehingga menimbulkan kesan bahwa film ini memiliki alur yang datar. Bahkan ketika mencapai klimaks dari masing-masing cerita, sisi emosional penonton (menurut saya) belum dapat dijamah. Namun, film ini memiliki ending yang sangat mengejutkan, yakni ketika dilakukan pemaparan atas korelasi dari masing-masing cerita.  Ending inilah yang menjadi bagian paling berkesan sepanjang film.

So…overall, kalau mau nonton film ini harus sampai habis ya karena bagian paling seru ada di terakhir-terakhir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s