Diposkan pada Jurnal

Mengapa Perempuan Harus Cerdas


Memasuki umur 20 tahun, dan melihat rekan-rekan sebaya menikah agaknya menjadi topik yang sangat sensitif (tapi anehnya, sering) jadi perbincangan teman-teman saya, terutama cewek-cewek pastinya. Nah, omong-omong tentang nikah, saya jadi ingat sebuah artikel di koran harian yang menyebutkan tentang topik yang akan saya tulis di postingan kali ini.
Kalau tidak salah ketika saya masih SMA, saya pernah membaca sebuah artikel di Koran Republika yang mengulas tentang kecerdasan anak. Sebuah penelitian dari seorang ahli genetika Dr. Ben Hamel menyebutkan bahwa kecerdasan berpikir (IQ) anak diturunkan dari kromosom X seorang ibu. “Dengan demikian, lebih baik memiliki ibu yang cerdas daripada ayah yang cerdas,” ujar Hamel.

Penjelasan Ilmiah Kecerdasan Anak Diturunkan Oleh Ibu
Peran awal seorang ibu menurunkan kecerdasan berpikir dimulai dari mitokondria. Bagian sel ini hanya terdapat pada sel telur, bukan sperma. Sperma sebenarnya memiliki mitokondria, akan tetapi setelah proses fertilisasi, ekor sperma yang mengandung mitokondria akan dilepas dan dibuang, sementara inti sperma akan melebur menjadi satu bersama sel telur hingga terbentuk sel baru (zigot). Sehingga, sitoplasma dan organel-organel sel untuk pembentukan sel baru sang bayi berasal dari sel telur.
Dalam setiap sel manusia ada sebuah organel yang sangat strategis fungsinya bernama mitokondria. Kalau pernah belajar Biologi pas SMA tentang organel sel, mungkin sedikit kebayang. Tugas utama mitokondria adalah memproduksi kimia tubuh bernama ATP. Energi hasil reaksi dari ATP inilah yang menjadi sumber energi. Mitokondria adalah salah-satu bagian dari sel yang memiliki DNA sendiri, selebihnya dihasilkan gen di inti sel. Itulah sebabnya investasi seorang ibu dalam diri anak bisa mencapai 75 persen disebabkan oleh adanya DNA dalam mitokondria yang berasal dari sel telur ibu, di samping adanya DNA pada inti sel zigot. Cmiiw.

IQ Sebagai Investasi
Intelligence Quotient (IQ) adalah ukuran kemampuan rasio, logika, analisa, dan intelektual seseorang dalam memahami sesuatu yang tampak atau yang bisa dilihat dan dirasakan oleh panca indera. Banyak orang mengatakan bahwa IQ bukanlah syarat mutlak kesuksesan seseorang, EQ lah yang harus lebih diasah agar seseorang dapat sukses di kemudian hari.
Nah, kalau menurut saya berbeda. Memang EQ adalah komponen penting yang dapat mengantarkan seseorang menuju kesuksesan. Tapi EQ kan bisa diasah. Ia berbeda dengan IQ yang sejak lahir telah menjadi investasi awal kemampuan seseorang dan tidak akan banyak berubah jika diasah. Menurut saya orang yang pintar, cerdas, dan punya cara berpikir unik masih mengagumkan meskipun dirinya angkuh. Tapi ya balik lagi, masalah sudut pandang sih.

Gap Status Sosial Laki-Laki Dengan Perempuan
Back to kata pengantar yang tercantum dalam paragraf 1. Dulu salah seorang teman saya yang laki-laki pernah bilang kalau dia mau istrinya nanti sekolah sampai S3, supaya anaknya juga ikut cerdas. Tapi, sepertinya ia hanya pencilan di dunia ini hahaha. Karena mayoritas teman saya yang laki-laki mengaku lebih memilih istri dengan jenjang pendidikan setara atau lebih rendah karena takut menjadi canggung dengan perbedaan status sosial antara ia dan sang istri.
*Wah bahasa gw udah kayak ahli gini*

Seperti inilah paradigma yang berkembang di masyarakat. Boleh dibilang sih sebenarnya istri cerdas itu investasi yang tiada tara *lebay pisan!* tapi IMO masyarakat memang masih berpikir konvensional saat ini. Tak terkecuali pula bagi sang perempuan. Mungkin (mungkin…) paradigma yang berkembang di masyarakat inilah yang menaikkan prestise seorang perempuan ketika ia telah menyelesaikan jenjang studi pendidikan yang lebih tinggi. Akibatnya, perempuan tersebut merasa ‘lebih’ dan ogah juga kalau dapat laki-laki yang gak setara. Kisah Beauty and The Beast (perumpamaan saya untuk perempuan dengan jenjang pendidikan lebih tinggi dengan laki-laki biasa) pada akhirnya memang menjadi sekedar dongeng. Dan akan begitu seterusnya.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya sih cuma satu hal ini yang mau saya sampaikan (yang tadi cuma kata pengantar aja): Jadi cewek harus mau belajar! Jangan ogah-ogahan mengasah otak karena kita adalah investasi berharga yang dimiliki oleh bangsa ini. Ceileeeh.

Sekian note-to-self saya kali ini.
Terima kasih telah menyempatkan membaca tulisan yang berlebihan ini.
Senin 8 April 2013: sedang gabut di kantor

Salah gambar kali ya? Sumber: http://www.tumblr.com/tagged/women%20of%20power
Salah gambar kali ya? Sumber: http://www.tumblr.com/tagged/women%20of%20power
Iklan

2 tanggapan untuk “Mengapa Perempuan Harus Cerdas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s