Diposkan pada Jurnal

Keringat di Telapak Tangan


Halo mas/jeng…
Kali ini saya ingin bercerita tentang kesehatan (lagi!). Berhubung saya baru sadar kalau saya punya banyak penyakit, maka akhir-akhir ini saya banyak meluangkan waktu untuk menjaga kesehatan, termasuk salah satunya melaksanakan terapi supaya segera sembuh.

Adakah yang punya masalah telapak tangan berkeringat? Pasti banyak ya. Sebagian besar orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan gejala penyakit jantung. Memang benar! Eits tapi jangan takut dulu sebelum membaca habis semua tulisan ini.

Saya termasuk salah seorang yang punya masalah telapak tangan sering berkeringat, baik sedang beraktivitas (pegang barang, ngetik keyboard, dan menulis misalnya) maupun tidak. Sudah tiga minggu terakhir ini (setiap hari Sabtu) saya pergi ke seorang dokter yang memberikan terapi berupa totok menggunakan pulpen. Dokter ini berdomisili di BSD. Kalau nggak dekat rumah sih saya nggak akan datang. Saya datang ke dokter ini sebenarnya bukan untuk terapi ngurangin keringat tangan, tapi memang ada penyakit lain yang perlu diobati.

Dokter Rani namanya. Ia seorang lulusan FK UNPAD dan spesialis (lupa), dan karena bisa dibilang sudah cukup berumur maka beliau memutuskan untuk membuka praktek yang lebih mudah dilakukan dan waktunya tidak semena-mena (layaknya dokter yang siap siaga 24 jam).

Mekanisme kerja yang ia lakukan adalah menotok titik-titik pada tubuh yang bertujuan untuk melancarkan aliran darah.

Saya datang dengan keluhan blablabla. Kemudian, selesai ditotok terus ibu saya yang waktu itu menemani nyerocos, ‘ini Bu. Dia suka keringetan tangan juga’. Tiba-tiba ujung jari kelingking kiri saya ditotok selama setengah menit ada kali dan itu sangattt sakit. Kalau sakit, berarti memang ada masalah.

Ia bilang, keringat di telapak tangan disebabkan oleh aliran darah dari/ke jantung tidak lancar karena terdapat pembuluh darah yang kejepit, penyebab utamanya mungkin sering jatuh (iya saya sering jatuh pas kecil). Totok di jari-jari ini berfungsi untuk membuat aliran darah menuju jantung menjadi deras sehingga pembuluh darah yang terjepit bisa perlahan-lahan kembali dalam posisi normal (cmiiw).

Selama pengobatan 3 minggu berturut-turut, alhamdulillah keringat di telapak tangan saya berkurang intensitasnya sedikit-demi sedikit. Yeayyy!!! Walaupun masih sering muncul juga sih. Dokter ini bilang, di dunia medis sebenarnya sulit dan ribet sekali (bahkan cenderung mustahil) mengurangi keringat di telapak tangan hanya dengan bermodalkan obat-obatan yang diminum. Katanya sih bahkan kalau mau, harus rontgen otak untuk diidentifikasi bagian mana yang memiliki masalah terhadap respon berkeringat, barulah dioperasi. Entahlaaah, bisa jadi lebay juga ah :p.

Kian minggu pasien dokter ini terus bertambah dan keluhannya semakin beragam. Kebanyakan sih orang-orang yang sudah berumur dan mengeluhkan stroke, osteoporosis, dll. Bahkan ada yang memiliki gejala Parkinson memutuskan untuk mulai terapi totok dengan beliau.

Kiranya segitu saja sedikit informasi yang ingin saya berikan. Jadi, bagi para penderita penyakit sejenis jangan langsung cemas mendengar kata “SAKIT JANTUNG?! Aaaa”. Kita harus bersikap lebih bijak dan positive thinking dengan menggali lebih dalam mengenai informasi tersebut.

Happy long live and prosper!

Iklan

4 tanggapan untuk “Keringat di Telapak Tangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s