Diposkan pada Jurnal

Detoksifikasi Hati di Malam Hari


Tulisan ini merupakan saduran dari berbagai sumber yang saya tidak tahu referensi sebenarnya darimana. Berhubung sudah banyak yang posting tulisan ini di berbagai blog, saya juga nggak mau kalah hehehe. FYI aja, untuk kesehatan.

Hati memiliki dua fungsi yakni sebagai pengatur metabolisme dan juga sebagai organ detoksifikasi. Hati bertugas menyaring bahan – bahan racun yang masuk kedalam tubuh melalui makanan atau lingkungan dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa digunakan oleh tubuh, menyimpannya, atau membuangnya untuk mencegah keracunan. Hati bertugas menghandle alkohol, obat-obatan, racun, dan kafein yang masuk kedalam tubuh dan mengubahnya menjadi bentuk yang bisa dibuang oleh tubuh.

Penyebab Utama Kerusakan Hati

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab utama.
  2. Tidak buang air di pagi hari.
  3. Pola makan yang berlebihan.
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  6. Mengonsumsi makanan mentah atau sangat matang akan menambah beban kerja hati.
  7. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, dan pemanis buatan.
  8. Minyak goreng yang tidak sehat.

Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkomsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.

Mekanisme Detoksifikasi

  • Malam hari pukul 21.00-23.00 : Pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
  • Malam hari pukul 23.00 – 01.00 : Proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pukul 01.00 – 03.00 : Proses de-toxin di bagian empedu, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari pukul 03.00 – 05.00 : Proses de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi pukul 05.00 – 07.00 : Proses de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
  • Pagi pukul 07.00 – 09.00 : Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pukul 06.30. Makan pagi sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pukul 09.00 – 10.00 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak dan jangan bergadang.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Detoksifikasi Hati di Malam Hari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s