Diposkan pada Jurnal

Breast Cancer? Aiiih…


Hai!

Tadi siang saya ikut lunch n break chat di kantor pada jam istirahat karena bahasannya mengenai kanker payudara. Karena topiknya dekat sekali dengan perempuan, akhirnya saya 200% mewajibkan diri untuk ikut hahaha. Btw, kanker payudara juga bisa menyerang laki-laki lho.

Pembicaranya adalah seorang dokter, ahli kanker payudara yang sekarang bertugas di salah satu RS di Jakarta. Selesai talkshow, saya merasa punya kewajiban untuk turut menyebarkan informasi demi meningkatkan awareness terhadap permasalahan kesehatan perempuan.

Oh iya, karena akan ada istilah-istilah vulgar yang harus disebutkan maka saya mohon maaf di atas tulisan ini supaya ntar-ntar nggak perlu minta maaf lagi :p

Okey, check it out!

Kanker payudara merupakan kanker yang menyerang daerah payudara perempuan, baik itu di sekeliling maupun di bawah puting. Yang namanya kanker tuh terdiri atas 4 tingkat: stadium 1, 2, 3, dan 4. Stadium 1 dan 2 merupakan stadium yang apabila terdeteksi, maka penderita masih dapat disembuhkan. Sedangkan stadium 3 dan 4 merupakan stadium lanjut, apabila penderita baru terdeteksi pada stadium ini, maka penanganan yang dilakukan hanya bersifat mengurangi rasa sakit dan sangat minim dapat menyembuhkan kanker tersebut.

Di Indonesia, sebagian besar penderita kanker payudara baru terdeteksi pada stadium 3 dan 4. Why? Karena penderita malas atau terlalu takut untuk pergi ke dokter meskipun sudah jelas-jelas di payudaranya ada yang tidak beres.

Gejala Ketidakberesan di Sekitar Payudara Seperti Apa Ya?

Kanker payudara terdiri atas 20 jenis lebih. Ada kanker yang terlihat, ada pula yang tidak. Untuk kanker yang terlihat (ditandai dengan benjolan di sekitar payudara, putting bernanah, atau ketiak membengkak), tentu saja mas/jeng bisa langsung pergi ke dokter untuk melakukan pengobatan. Namun, ada pula jenis kanker yang tidak menimbulkan benjolan. Hanya rasa nyeri yang sangat. Di sinilah umumnya kejadian di mana penderita ogah-ogahan memeriksakan ke dokter sehingga tiba-tiba beberapa minggu kemudian payudaranya menjadi bengkak dan dinyatakan telah masuk stadium 3 atau 4.

Apa Penyebab Kanker Payudara?

Aktifnya sel kanker disebabkan oleh (terutama) faktor genetik. Selain itu, disebabkan juga oleh pengaruh makanan, gaya hidup, dan terpapar radiasi dalam jangka waktu lama.

Sel kanker yang menyebar menyebabkan tumor.

Tumor itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Perbedaan tumor jinak dan ganas adalah kecepatan menyebarnya. Yang namanya ganas pastinya lebih agresif dong. Terus, gimana caranya mengetahui bahwa tumor itu jinak ataupun ganas? Biopsi, jawabannya (silahkan googling).

Lalu, kenapa tumor bisa muncul?

Tumor pada perempuan umumnya disebabkan oleh adanya kista (liquid). Kista ini sendiri terbagi menjadi 3 tingkat : simple, complex, and complicated. Bagi penderita kista simple, tidak perlu melakukan perawatan apa-apa (tapi perlu diingat bahwa kalau asupan makanan tidak dijaga, suatu saat kista simple bisa saja naik tingkat menjadi complex / complicated). Untuk penderita kista complex / complicated, diharuskan menjalani perawatan agar nantinya tidak berpotensi menjadi kanker.

Pengalaman Mengangkat Kanker Seberat 16 Kg …

Satu hal yang paling mengerikan selama talkshow ialah pengalaman sang pembicara mengangkat kanker payudara seorang wanita berumur sekitar 50-an tahun, yang menjabat suatu posisi di perusahaan swasta, …seberat 16 kg. God!!! Wanita tersebut sebenarnya sudah tahu bahwa ia mengidap kanker payudara sejak 2 tahun lalu. Namun, karena segan pergi ke dokter maka ia menghabiskan waktu 2 tahun untuk menjalani pengobatan alternatif. Sayangnya, kankernya tak kunjung membaik sehingga pada suatu tengah malam, ia mengalami pendarahan dan barulah mendatangi sang dokter meminta pengobatan. Tentu saja sang dokter langsung merekomendasikan untuk operasi pengangkatan payudara dan ternyata beratnya 16 kg ckckck.

Kesimpulan dari kejadian ini ialah bukan hanya menyangkut lemahnya finansial yang menjadi penyebab kanker payudara baru terdeteksi pada stadium lanjut. Namun, awareness yang minim bahkan dari well educated people sekalipun.

Bagaimana Mengetahui Bahwa Seseorang Mengidap Kanker Payudara?

Langkah pertama tentunya dengan meraba apakah terdapat benjolan di sekitar payudara. Jika ya (benjolan sepanjang 0.5 cm sekalipun berpotensi sebagai kanker), maka datanglah ke dokter untuk berkonsultasi. Atau cara cepatnya ialah melakukan mamografi.

Perlu diingat bahwa mammografi hanya boleh dilakukan untuk manusia berumur 40 tahun ke atas. Bagi yang berumur di bawah 40 tahun, dapat melakukan USG. Perbedaan usia ini akan berpengaruh terhadap keakuratan hasil mamografi.

Waktu Yang Tepat Melakukan Mamografi?

Waktu yang paling tepat ialah 1 minggu setelah menstruasi selesai karena di saat itu hormon estrogen pada wanita mulai menurun. Dalam prosesnya, mammografi akan menimbulkan nyeri sehingga apabila hormon estrogen sedang banyak, pasien akan merasakan sakit yang berlebih.

Setelah mamografi, apabila pasien dinyatakan mengidap kanker maka harus dilakukan Biopsi untuk menentukan apakah kanker tersebut bersifat jinak atau ganas.  Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan waktu dan jenis pengobatan.

Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Yang pasti meningkatkan awareness terhadap diri sendiri, keluarga, teman-teman, dan masyarakat luas demi mencegah semakin banyaknya korban kanker payudara stadium 3 dan 4 yang meninggal karena ketidaktahuan akan bahaya menunda pengobatan penyakit ini.

Semoga kita bisa lebih menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri yaa

Iklan

Satu tanggapan untuk “Breast Cancer? Aiiih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s