Diposkan pada Jurnal

Mengapa Perempuan Sebaiknya Melakukan Vaksin Serviks?


Kanker serviks (leher rahim) merupakan salah satu penyakit paling ganas bagi perempuan di dunia karena peringkat teratas kematian oleh kanker, disebabkan oleh jenis ini. Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang menyerang mulut rahim. Selain itu, dapat disebabkan oleh paparan radiasi/bahan kimia dalam jangka waktu lama.

Penyakit ini banyak menimbulkan kasus kematian karena gejalanya tidak terdeteksi hingga masuk stadium lanjut.  Terutama diidap oleh perempuan yang telah aktif melakukan hubungan seksual (baca: yang sudah menikah atau yang sering free sex).

Pencegahan yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Tidak berhubungan intim dengan pasangan yang berganti-ganti.
  • Rajin melakukan pap smear test setiap dua tahun sekali bagi yang sudah aktif secara seksual.
  • Melakukan vaksinasi HPV bagi yang belum pernah melakukan kontak secara seksual.
  • Memelihara kesehatan tubuh. Kondisi tubuh yang lemah tentunya memiliki pertahanan yang lemah pula terhadap virus.

Pada tahun 2006, telah ditemukan sebuah vaksin yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks bagi perempuan. Penekanannya adalah, vaksin ini hanya dapat efektif jika diberikan kepada perempuan yang belum aktif melakukan hubungan seksual. Yaa mungkin umur terbaik pemberian vaksin sekitar 15 – 27 tahun. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dalam rentang waktu masing-masing 2 bulan, jaraknya tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat.

.

Kebetulan tahun lalu ketika saya sedang berobat ke dokter, saya direkomendasikan untuk melakukan vaksin ini di dokter kandungan. Dan kebetulannya lagi, pada bulan Desember 2012 lalu, RS Siloam sedang mengadakan promo vaksin serviks. Harga standar 3 juta turun menjadi 2 juta.

Tapi tetap mahal yaaa hehehe

Sang dokter mengatakan bahwa di beberapa negara, vaksin ini bersifat wajib bahkan dibiayai oleh negara. Hal ini menunjukkan betapa pedulinya negara tersebut terhadap kesehatan perempuan ya.

Gimana dengan efek samping?

Dokter saya mengatakan bahwa selama ini tidak pernah ada efek samping yang ditimbulkan kecuali demam atau gatal karena kulit yang sensitif terhadap suntikan (bukan karena vaksin itu sendiri).

Nah, jadi sekarang tergantung pilihan jeng-jeng, mau melakukan pencegahan atau was-was akan menyesal di kemudian hari? Saran saya bagi jeng-jeng yang mampu secara finansial, sebaiknya melakukan vaksin ini ketimbang (siapatahu, tapi semoga tidak) menyesal ketika sudah berumur.

Iklan

5 tanggapan untuk “Mengapa Perempuan Sebaiknya Melakukan Vaksin Serviks?

  1. waduh…vaksinnya bagian orang yang punya financial yang banyak berarti bqgi orang yang gak mampu beli vaksin serviks apa harus dibiarkan mati menderita….kasihan sekali bangsa indonesia hanya mengandalkan bagi orang yang mampu saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s