Diposkan pada Jurnal

Kondisi Alpha-Tetha


Di awal hari, saya kerap mendapatkan surel mengenai motivasi diri dari seseorang yang menurut saya cukup bagus dan informatif. Sebenarnya saya tidak pernah ingat telah berlangganan surel-surel motivasi sejenis, tiba-tiba saja surel-surel ini masuk dalam inbox email saya, setiap hari. Untuk pagi ini, beginilah isi surel tersebut.

Selamat pagi,
masih bersama saya
XXX

Kemarin saya sudah mengulas mengenai Otak yang di bagi 3 menurut Kecenderunganya, yaitu :
Otak reptil, Otak, Mamalia dan Otak manusia.
Otak manusia sendiri dibagi menjadi 3 bagian :
1.Otak kanan (seni, kinerja, dan memiliki banyak teman-teman)
2.Otak Tengah (pengendalian )
3.Otak kiri (matematika, fisika, atau logika Lainnya)

Dalam kajian psikologi kognisi , kita mengenal bahwa gelombang otak terdiri dari 4 gelombang bagian.
1. Gelombang Deltha: 0,1 – 4 Hz
2. Gelombang Tetha: 4 – 8 Hz
3. Gelombang Alpha: 8 – 12 Hz
4. Gelombang Betha: 12 – 25 Hz
5. Gelombang Gamma: >25 Hz

Dalam kondisi tidur atau tidak sadar, otak ini mengeluarkan gelombang Deltha.
Gelombang Alpha memiliki peran menghubungkan alam sadar dengan alam bawah sadar.
Gelombang Alpha juga menunjukkan manusia dalam kondisi hipnosis, sugesti ringan atau trance.
Gelombang Alpha-Tetha merupakan titik insting sugestif. Disaat-saat kondisi seperti inilah manusia mudah tersugesti.

Di bab-bab terdahulu saya sering menyuruh untuk berafirmasi. Afirmasi ini dilakukan dalam keadaan tenang atau Alpha. Bawalah diri anda ke kondisi Alpha tetha dalam jangka waktu yang relatif lama. Afirmasikanlah impian anda dengan kondisi tersebut maka alam bawah sadar akan cepat merespon dan cepat pula mewujudkannya.

Kondisi yang bisa membawa anda ke kondisi gelombang Alpha, di antaranya : bermeditasi, berdoa dengan khusyuk, terpana melihat sesuatu, terhanyut membaca novel atau suatu cerita, melamun, dan semacamnya.

Selain itu secara alami anda juga akan memasuki kondisi Alpha dan Theta setiap akan tidur dan bangun tidur.

Frekuensi ini menandakan aktivitas pikiran bawah sadar. Maka dari itu, sangat saya sarankan untuk melakukan afirmasi dalam kondisi Alpha – Tetha ini.

Semoga bermanfaat. Selamat beraktivitas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s