Diposkan pada Jurnal

Pandangan Lain tentang Kompetisi Bakat


Ketika menuliskan artikel ini, saya sedang menonton acara kompetisi terbaru yang tayang di salah satu stasiun televisi Indonesia, yakni The Voice Indonesia di Indosiar. Yang membuat saya tertarik menuliskan tentang ini ialah perubahan sudut pandang yang saya alami setelah bertahun-tahun menonton kompetisi sejenis.
Sebutlah kompetisi menyanyi mulai naik ke permukaan ketika kemunculan Akademi Fantasi (AFI) pada awal tahun 2000-an, disusul dengan Kontes Dangdut Indonesia (KDI), AFI Cilik, Indonesian Idol, dan mungkin beberapa kompetisi lainnya. Kemudian pada awal dekade 2010-an, muncul tayangan baru seperti Indonesia Mencari Bakat, X Factor, dan The Voice Indonesia. FYI sebagian besar kompetisi ini merupakan saduran dari versi internasional.
Pada awal tahun 2000-an saya berpikir, ‘Kenapa harus ada banyak kompetisi sejenis?’
Persaingan industri, meraup keuntungan dari penonton, dll. Alasan yang sangat masuk akal, dan mungkin that’s for real.
Namun, ternyata setelah 1 dekade dengan sedikit mengikuti perkembangan industri ini *ceileh*, saya merasa memang orang-orang dengan suara yang luar biasa tidak habis-habisnya ada di dunia. Mungkin perbandingan orang yang berbakat menyanyi, born to be a singer, (atau istilah lain yang berhubungan) dengan yang tidak, mencapai 4:10, maybe. Dan satu jenis kompetisi tidak bisa memfasilitasi orang-orang dengan anugerah tersebut.
Kompetisi instan yang mubazir, too much drama, dan meningkatkan budaya konsumtif penonton melalui tarif SMS? Hmm memang benar, tapi dari sudut pandang lain saya berpikir, ‘Tidak ada salahnya para kontestan mencoba. Toh penonton menikmati. And they (the contestants) deserve to be loved for their gift’.

Mungkin kita memang harus lebih bisa menikmati hidup …melalui musik, salah satunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s