Diposkan pada Jurnal

Trip to Dieng (Part 2)


Hari kedua diawali dengan bangun pukul 03.00 karena pukul 04.00 kami akan mengejar sunrise di Gunung Sikunir. Gimana caranya ke sana? Nah, biasanya tiap penginapan punya PJ Guide. Di Homestay Cantigi, ada mas Meno yang semalam sudah deal-dealan dengan kami tentang tarif motor untuk keliling zona 2 pada hari kedua ini. Kami yang bertiga ini memutuskan untuk sewa 2 motor & 1 guide (1 motor untuk Dida-Icon, 1 motor untuk saya & mas Agus si guide). Untuk sewa 1 motor sebesar 60.000/hari, sedangkan 1 guide harusnya 150.000/hari kami tawar jadi 100.000/hari.

Kami naik motor menuju Desa Sembungan yaitu desa dengan letak tertinggi di pulau Jawa (sekitar 2.500 mdpl?), mampir shalat subuh di masjid lalu melanjutkan hingga parkiran sebelum trakking Gunung Sikunir. Trakkingnya friendly. Waktu untuk mendaki sekitar 1 jam.

Sesampainya di puncak, inilah main course dari trip to Dieng kali ini: menikmati sunrise di puncak Sikunir. Di Indonesia terdapat 3 tempat terbaik untuk menikmati sunrise dan Gunung Sikunir inilah salah satunya, selain Gunung Bromo dan Pantai Sanur.

Renungan pagi dulu kk
Renungan pagi dulu kk
Awannya mirip Kapuk n Kapuk is everywheeeeerrre, pengen loncat guling-guling
Awannya mirip Kapuk n Kapuk is everywheeeeerrre, pengen loncat guling-guling
BEST SHOT gw, senangnya. Fyi itu Gunung Merapi
BEST SHOT di posisi pertama gw, senangnya! Fyi itu Gunung Merapi
Langit Sikunir setelah sunrise
Langit Sikunir setelah sunrise

Dari puncak Sikunir dapat terlihat lima gunung lain, di antaranya Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dan Gunung Slamet.

Best Shot ketiga gw. Pas banget ini pasangan hihihi *pikir2 jadi setting foto prewed bagus kali ya*
Best Shot ketiga! Pas banget mereka emang pasangan hihihi *jadi lokasi foto prewed bagus kali ya*. Fyi  itu Gunung Sindoro.

Turun dari puncak, mampir sejenak di Telaga Cebong. Silat dulu kk.

silat

Setelah berpuas-puas dengan pemandangan sunrise, ternyata mata kami tidak hanya dimanjakan oleh itu. Sepanjang perjalanan menuju Zona 2 yang jaraknya jauh-jauh, langit pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00 sangat menarik. Saya mengambil banyak foto pas lagi dibonceng. Beda pisan sama langit Jakarta mah.

Lucu ya!
Lucu ya!

alam4

my second Best Shot setelah view sunrise tadi, cihuy
my second Best Shot setelah view sunrise tadi, cihuy
Ga boong kan ngambilnya pas lagi dibonceng, ga pake stop
Ga boong kan ngambilnya pas lagi dibonceng, ga pake stop

ZONA 2

Pemandian Air Panas. Sebuah kolam di pinggir sungai yang airnya mengandung belerang. Sayangnya kolam ini tidak terawat (banyak bungkus shampoo dan sabun berceceran).

Kolam pemandian air panas umum. Kecil ya
Kolam pemandian air panas umum. Kecil ya

Telaga Merdada. Dahulu di sekitar Telaga Merdada dibangun pabrik-pabrik jamur, namun kini pabrik jamur sudah bangkrut. Pada pagi dan sore hari, terkadang Burung Belibis banyak terlihat di telaga ini.

Telaga Merdada, sayangnya Belibis lagi nggak main di sini
Telaga Merdada, sayangnya Belibis lagi nggak main di sini

Sumur Jalatunda. Lebih mirip telaga kecil daripada sumur. Mungkin disebut sumur karena terperangkap dari bukit-bukit sehingga letak permukaannya cukup dalam dari tempat kami bisa melihatnya. Banyak mitos mistis yang berkaitan dengan sumur ini, yang paling utama adalah sumur ini sering memakan korban tiap 8 tahun sekali. Orang yang menjadi tumbal biasanya akan bilang ke keluarganya ‘saya mau pergi ke pasar’ sebelum tiba-tiba tak sadarkan diri lalu ditemukan mengapung begitu saja di Sumur Jalatunda. Korban terakhir pada tahun 2011 (atau awal 2012 ya, lupa).

Air yang terperangkap di antara tebing-tebing
Air yang terperangkap di antara tebing-tebing

Kawah Sileri. Kawah ini ukurannya amat luas seperti telaga dan masih aktif. Oleh karena itu, pengunjung dilarang dekat-dekat.

Gede ya
Gede ya

Sekitar pukul 11.30 kami sudah tiba kembali di Homestay. Lalu packing dan nyegat minibus menuju Wonosobo. Pukul 14.00 sampai di Wonosobo, makan siang di rumah makan terdekat, dan duduk manis menunggu Bis Damri jurusan Grogol pada pukul 16.30. Welcome home!

.

Budget Hari 2

Ojek & Guide = 220.000/3 = 70.000

Makan 3x = 30.000

Tiket Sumur Jalatunda = 5.000

Tiket Kawah Sileri = 5.000

Minibus ke Wonosobo = 10.000

Bis Damri (tanpa makan malam) = 70.000

TOTAL = 190.000

P.S: Jadi total pengeluaran 430.000 huwooo boros, belum jadi backpacker sejati nih. Harusnya bisa ditekan sampe 300 ribu :p

Iklan

2 tanggapan untuk “Trip to Dieng (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s