Diposkan pada Cerpen

Sahabat Sedang Bersembunyi


Senja menawan ialah tampilan guratan-guratan emas yang menjamahi situasi pagi. Mereka seperti berpasangan. Tanpa kemunculan senja maka tak bisa disebut pagi hari. Fakta di baliknya, matahari mengendalikan semua.

Begitu pula dengan makhluk berakal. Tanpa akal maka tak bisa disebut manusia. Terbenam dalam tengkorak, otak sebagai pengendali.

Alkisah dalam diri setiap manusia memiliki sahabat sebagai hasil transformasi getaran sel abu-abu dalam cerebrum. Organ yang menyusun keinginan dan membuat manusia mengharapkan pengakuan.

Sahabat ini menyertai. Bersemayam dalam tubuh tapi tak tampak.

Sayangnya sahabat datang dan pergi sesuka hati.

Pastilah tiba masanya ketika manusia merasa pikirannya mati, walau sebenarnya hanya stagnan tanpa keberanjakan posisi. Saat itulah sahabat menghilang. Jika ruh manusia dapat digambarkan sebagai kobaran api, maka kepergian sahabat membuatnya ciut menjadi selintas panas. Sunyi.

Sahabat menghilang, Tapi ia bukannya pergi, hanya sembunyi. Di balik papan waktu, dengan teganya menyeret-nyeret asa manusia.  Huuu.

Ke mana kau, motivasi?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s