Diposkan pada Jurnal

One Step Forward for Palestinians


This early morning (November 30th, 2012), based on appropriate time in Indonesia, the whole world get a good-shocking news. Palestine has been recognized as a state by the UN. The statement was presented after UN General Assembly voting recently completed.

Root Issues

A few days ago, we know the media uproar preach the attack of Israel against the Palestinians. Actually the background is Israel wants to take the whole land of Palestine because they (Israel) claim that the land belongs to Israel, not the Palestinians. While Palestinians insist, based on the history, the land was inhabited by Palestinians.

Seizing land conflicts led to the war between Israel and Palestinians. In terms of the war, which is in my opinion, it cannot be said as a war. Rather, as a human tragedy. Why? Israel has an alliance, United States, whom often supply their weapons to help Israel destruct Palestinians. However, the Palestinians which were isolated from the modern world does not have any weapons, they depend only by homemade weapons made by a militant organization whom fighting for the independence of Palestine, namely Hamas. Course it’s not comparable, I think.

Years of living in uncertainty, ultimately Palestinian President, Mahmoud Abbas, submit a bid to UN. He ask for UN to recognize Palestine as a sovereign state, not just as the entity (Human societies).

The Open of International Diplomacy

According to the UN General Assembly, which was attended by 193 UN member states, obtained a decision that the UN finally recognize Palestine as a state. The results showed 138 countries agreed, 9 countries rejected, 41 countries abstained, and 3 states refuse to follow the assembly.

In his speech, Mahmoud Abbas said as the following.

“Today, 65 years ago, the UN General Assembly adopted resolution 181 which divides the historic land of Palestine into two states. This is a birth certificate Israel,” Abbas said in front of the 193-nation assembly members. “The UN General Assembly today called for a Palestinian state issued BIRTH CERTIFICATE.”

With the recognition of the sovereignty of a Palestinian state, the chances of achieving peace SHOULD BE more open. Now, the two countries (Israel & Palestine) have the same bid position in the eyes of the world. Way for Palestinians to conduct international diplomacy becoming easier after achieving equality with the other UN member states. Despite after having declared as a sovereign state, Palestinians still don’t have yet a legitimate as UN member states. There should be submission.

Hopefully the world achieve peace for the Middle East. Amen.

—————————————————————————————-

SATU LANGKAH KEMAJUAN UNTUK PALESTINA

Pagi hari ini sesuai waktu Indonesia, seluruh dunia mendapatkan kabar gembira yang menyatakan bahwa Palestina telah diakui sebagai Negara oleh PBB. Pernyataan tersebut dikemukakan setelah melalui diskusi dalam Majelis Umum PBB yang baru saja selesai dilaksanakan.

Induk Permasalahan

Beberapa hari yang lalu media gempar memberitakan penyerangan Israel terhadap warga Palestina. Latar belakang hal tersebut dilakukan adalah Israel ingin mengambil seluruh lahan Palestina karena mereka mengklaim bahwa lahan tersebut adalah milik Israel, bukan Palestina. Sementara warga Palestina bersikeras mengatakan bahwa berdasarkan sejarah, lahan tersebut memang dihuni oleh warga Palestina.

Perebutan lahan tersebut akhirnya berujung pada perang antara Israel dan sekutu dengan Palestina. Dari segi perang, menurut saya tidak dapat dikatakan sebagai perang. Lebih tepat dikatakan sebagai tragedi kemanusiaan. Mengapa? Israel memiliki sekutu Amerika Serikat yang kerap mensuplai persediaan senjata bagi mereka dalam merebut tanah Palestina. Namun, warga Palestina yang seakan terisolir dari dunia tidak memiliki persenjataan modern apapun, hanya senjata rakitan yang dibuat oleh sebuah organisasi militan yang memperjuangkan kemerdekaan tanah Palestina, yaitu Hamas. Tentu saja hal tersebut tidak sebanding.

Bertahun-tahun hidup dalam kegamangan, akhirnya Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengajukan tawaran kepada PBB. Ia meminta agar PBB mau mengakui Palestina sebagai sebuah negara berdaulat, bukan sekedar entitas (perkumpulan manusia).

Diplomasi Internasional Semakin Terbuka

Berdasarkan rapat Majelis Umum PBB yang dihadiri oleh 193 negara anggota PBB, diperoleh keputusan bahwa PBB mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Hasil voting menunjukkan 138 negara menyatakan setuju, 9 negara menyatakan menolak, 41 negara memilih abstain, dan 3 negara menolak mengikuti majelis.

Dalam pidatonya, M. Abbas mengatakan sebagai berikut.

“Hari ini, 65 tahun yang lalu, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 181 yang membagi tanah bersejarah Palestina menjadi dua negara. Ini menjadi sertifikat kelahiran Israel,” kata Abbas di depan 193 negara anggota majelis. “Majelis Umum PBB kini dipanggil untuk mengeluarkan sertifikat kelahiran negara Palestina.”

Dengan diakuinya kedaulatan negara Palestina, peluang tercapainya perdamaian seharusnya akan semakin terbuka. Kini, kedua negara memiliki tawaran posisi yang sama di mata dunia. Jalur Palestina untuk melakukan diplomasi internasional lebih mudah karena kesetaraannya dengan negara-negara anggota PBB lainnya. Meskipun setelah dinyatakan sebagai Negara, Palestina belum sah menjadi negara anggota PBB. Harus dilakukan pengajuan selanjutnya.

Semoga tercapai kedamaian di Timur Tengah. Amin.

Iklan

Satu tanggapan untuk “One Step Forward for Palestinians

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s