Diposkan pada Jurnal

One Day One Food – Berbagi Setiap Hari


Jangan percaya sama logo di atas!

Logo tersebut bukanlah logo dari sebuah gerakan masif, melainkan logo buatan hasil keisengan saya hehehe

Pasti akhir-akhir ini mas/jeng sering mendengar istilah “One Man One Tree. Satu Orang Satu Pohon”, yaitu gerakan menanam pohon. Terinspirasi dari ear catching-nya istilah tersebut, maka saya memutuskan untuk menamai komitmen pribadi ini dengan kalimat sejenis.

Apa itu “One Day One Food”?

One Day One Food adalah sebuah gerakan personal yang memiliki tujuan untuk berbagi rejeki ‘tepat guna’ terhadap sesama manusia. Gerakan ini sudah terpikirkan sejak akhir tahun lalu dan mulai saya realisasikan sejak 1 Januari 2012.

Konsepnya adalah memberikan satu porsi makanan dalam satu hari kepada siapapun. Namun, karena tujuannya adalah ‘tepat guna’, maka definisi ‘siapapun’ di atas tentunya lebih baik ditujukan kepada orang yang membutuhkan alias manusia-manusia yang untuk memenuhi kebutuhan perutnya sendiri saja sulit. Biasanya makanan ini merupakan makanan yang dilebihkan satu porsi ketika memasak, atau membagi jatah masakan sendiri menjadi 2 porsi.

  • Mengapa ‘tepat guna’?

Pasti sering deh mas/jeng malas ngasih duit ke pengamen atau pengemis karena pun sering muncul dalam pikiran kita kalimat-kalimat sejenis ini …

‘Palingan dibuat beli rokok ni duit. Malas ngasi ah’

‘Ah, ini duit sih bakal dikasi ke bosnya ‘aja kali. Ogah ngasi deh’

‘Nggak deh. Kebiasaan minta-minta ini entar nggak ilang-ilang klo terus-terusan dikasi duit’

Nah, demi mencegah aumsi-asumsi tersebut makin menggerogoti pikiran namun akhirnya malah jadi penghalang untuk ngasih rejeki, yasud. Kasih makanan dong pastinya! Nggak disetor ke bos dan nggak disalahgunain buat ngerokok, ngelem, atau mabok. Perutnya kenyang pula.

  • Tapi kan namanya tetap ‘ngasih’? Kalau keseringan dikasi makanan pun pasti mereka ketagihan kan?

Nah!!! Makanya objeknya harus bervariasi. Orang yang dikasi jangan itu-itu terus. Contohnya senin untuk pengemis yang tidur di samping masjid, selasa untuk pengamen yang mainin lagu Bond dengan sangat ciamik, rabu untuk anak kecil dari ciroyom yang suka nyari ikan di kolam samping lab GKU Timur, dll. Percayalah objek yang dituju itu tidak direncanakan, tapi spontan hari itu juga seketemunya.

Ngasihnya nggak setiap hari ini ke 1 orang ini dimaksudkan supaya mereka (si objek) pun nggak merasa sudah punya ‘donatur perut tetap’ yang dicemaskan bisa memupuk rasa malas untuk nggak bekerja karena selalu menunggu orang ngasih makan.

Jahat sih, tapi saya pernah berhubungan dengan orang-orang semacam ini. Faktanya bahwa dikasih itu nagih! So, perlu dilakukan trik untuk meminimalisir supaya mereka pun nggak ketergantungan dengan itikad baik tersebut.

  • Ngasi makan doang itu setengah-setengah amat ngebantunya…

Nah kalau contoh nggak setengah-setengah apa? Misalnya, ngasi rumah singgah agar mereka punya tempat untuk bisa berlatih wirausaha dengan keterampilan yang diasah, atau memberi lapangan pekerjaan sekalian. Prosesnya panjang menuju ke sana. Tapi dengan alokasi waktu yang masih harus diprioritaskan untuk kegiatan akademik-nonakademik di kampus, masih dibekap dulu niatnya untuk ke arah sana.

Ya lebih baik ada sesuatu yang diberikan daripada nggak sama sekali.

Meskipun masih bolong-bolong juga nggak setiap hari bisa konsisten ngasih makanan, yang penting kan komitmen ini jalan dulu, bahkan sekarang-sekarang ini mulai setiap hari rutin dilakukan. Namanya juga belajar.

Yuk ikutan! #BerbagiSetiapHari

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s