Diposkan pada Jurnal

Gasifikasi Plasma


Pengelolaan sampah telah menjadi permasalahan yang serius bagi setiap daerah di Indonesia. Telah tertanam dalam benak masyarakat bahwa penanggulangannya ialah dengan membuangnya. Namun, masalah baru muncul ketika sampah-sampah buangan sudah tidak dapat lagi ditampung karena habisnya lahan pembuangan sampah. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang mampu menjawab permasalahan tersebut. Salah satu solusi yang dapat digunakan ialah melalui teknologi gasifikasi plasma yang diperkenalkan di Indonesia oleh peneliti muda dalam bidang teknologi plasma, Dr.Anto Tri Sugiharto.

Sebelumnya, apa itu plasma? Plasma merupakan kondisi gas terionisasi yang terjadi di alam. Namun, plasma juga dapat dibuat yakni dengan metode electrical discharge. Metode ini dilakukan dengan menambahkan energi pada gas sehingga elektron terlucuti dari atom.

Gasifikasi plasma merupakan suatu metode efektif dalam menguraikan berbagai senyawa organik dan anorganik menjadi elemen-elemen dasar dari sebuah senyawa, sehingga elemen-elemen tersebut dapat digunakan kembali (reuse) dan didaur ulang (recycle).

Proses

Proses pertama yang dilakukan dalam gasifikasi plasma adalah sampah dimasukkan ke dalam konverter atau reaktor plasma. Reaktor plasma ini dioperasikan tanpa oksigen masuk ke dalam reaktor sehingga tidak terjadi pembakaran. Oleh karenanya, gasifikasi plasma tidak membakar sampah seperti halnya insinerator, melainkan mendekomposisi sampah ke dalam struktur dasarnya .

Selain reaktor plasma, diperlukan generator plasma untuk menyuplai panas yang dibutuhkan untuk menginisiasi proses gasifikasi dalam konverter dan mengatur temperatur konversinya. Temperatur yang dimiliki plasma dalam proses ini berkisar 5000ºC-8000ºC. Proses konversi ini dilakukan dalam suhu tinggi agar plasma dapat menguraikan sampah-sampah organik, cairan, dan kertas untuk berubah menjadi gas panas bertekanan dan menguraikan molekul senyawa organik menjadi senyawa dasar seperti gas CO2, dan H2.

Reaksi dalam proses

Umumnya terdapat tiga reaksi yang terjadi dalam gasifikasi plasma.

a. Reaksi pertama : Thermal Cracking

Pada proses ini molekul berukuran besar diuraikan menjadi gas (molekul yang lebih kecil dan lebih ringan). Hasil akhirnya menghasilkan hidrokarbon ringan seperti metana dan hidrogen.

b. Reaksi kedua : Oksidasi parsial

Proses ini dapat menghasilkan karbon monoksida, dan dengan proses oksidasi yang lebih rumit akan memberikan hasil akhir CO2 dan H2O.

c. Reaksi ketiga : Reforming

Merupakan kombinasi dari reaksi-reaksi yang berlangsung. Contoh, karbon dapat bereaksi dengan air menghasilkan CO dan H2 atau karbon bereaksi dengan CO2 menghasilkan dua molekul CO. Reaksi reforming ini memiliki kemungkinan membentuk fuel gas.

Hasil dan Manfaatnya

a. Syngas dan Uap

Proses konversinya menghasilkan syngas (synthetic gas) panas dengan kisaran suhu 1000¬¬ºC yang kaya akan CO2 dan H2 serta bahan yang tak dapat diuraikan lagi seperti logam dan gelas (kaca). Syngas kemudian masuk ke dalam tempat manajemen kualitas dari gas tersebut.

Syngas dapat digunakan sebagai untuk memproduksi listrik. Proses pembangkitan energi listrik mengacu pada kombinasi siklus pembangkitan tenaga sebab tenaga listrik yang dihasilkan diperoleh dari syngas dan uap yang terbentuk selama proses konversi berlangsung. Syngas yang bersih dan dingin kemudian disalurkan ke dalam peralatan pembangkit tenaga yang berhubungan seri dengan turbin uap. Dalam proses ini, listrik dibangkitkan petama kali.

Sisa pembakaran dari peralatan pembangkitan tenaga ini digunakan untuk menciptakan uap di ketel pengendali panas sisa pembakaran. Sisa pembakaran yang telah didinginkan dan ramah lingkungan dalam ketel tersebut kemudian dilepaskan ke udara. Kemudian uap yang dihasilkan dari proses gasifikasi dan yang berasal dari ketel pengendali panas sisa pembakaran itu dimasukkan ke dalam turbin uap untuk membangkitkan listrik lebih banyak. Sebagai bahan perbandingan, di Amerika pembangkit listrik jenis ini telah mampu mengolah sampah sebesar 30 juta ton setiap tahunnya dan mampu membangkitkan listrik sebesar 2816 Megawatt per jam.

b. Sampah non-organik

Produk lain dari proses gasifikasi plasma adalah sampah non-organik seperti logam. Logam akan mencair dan terkumpul di bagian dasar ruang pembakaran menjadi kerak sehingga dapat diambil dan digunakan kembali untuk industri logam atau campuran aspal.

Kelebihan Teknologi

Kelebihan dari gasifikasi plasma ialah teknologi ini dikenal sebagai teknologi bersih, di mana sisa akhir proses pengolahan kebanyakan merupakan syngas dan kerak logam yang sudah bukan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga umumnya aman dari zat-zat toksik.

Gasifikasi plasma merupakan teknologi yang menjanjikan dan efektif untuk proses pengolahan sampah. Teknologi ini diharapkan mampu menjadi sarana membuat sampah menjadi benda yang bernilai ekonomis. Di samping itu, keberadaan teknologi ini diharap mampu menjadi solusi dari krisis energi di masa mendatang sebab mampu menghadirkan sampah sebagai sumber energi baru yang murah dan terbarukan.

Iklan

3 tanggapan untuk “Gasifikasi Plasma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s